Pencatut nama Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dalam
rekaman KPK diduga bandar
narkoba yang ditangkap di
Surabaya beberapa tahun silam.
Perempuan yang diduga sebagai
Ong Yuliana Gunawan, yang
suaranya muncul dalam
rekaman penyadapan oleh KPK
dan diperdengarkan di Gedung
Mahkamah Konstitusi (MK),
Selasa (3/11), berprofesi sebagai
ahli pijat saraf.
Siapa Ong Yuliana atau biasa
dipanggil Lien itu? Kuasa hukum
Anggodo, Bonaran Situmeang,
mengaku tidak tahu-menahu
soal identitas perempuan
tersebut. “Saya enggak kenal
perempuan itu,” ujarnya.
Apakah Lien itu istri Anggodo
atau selingkuhannya? Bonaran
tidak secara tegas
menjawabnya. Namun, menurut
dia, Anggodo sudah memiliki
istri, anak, bahkan cucu.
Dalam pembicaraan pada
rekaman tersebut, Lien begitu
akrab dengan Anggodo.
Beberapa kali dia menyebut
Anggodo dengan panggilan
“yang”, kemungkinan besar
kependekan dari kata “sayang”.
Lien mengatakan kepada
Anggodo bahwa SBY
mendukung Abdul Hakim
Ritonga. “Pokoke saiki
(pokoknya sekarang) Pak SBY
mendukung. SBY itu mendukung
Ritonga lho (diduga Abdul Hakim
Ritonga, Wakil Jaksa Agung),”
ujarnya.
Anggodo Widjojo adalah adik
buronan KPK, Anggoro Widjojo.
Anggodo-lah yang melobi
sejumlah pejabat Kejagung
untuk membantu Anggoro yang
tersandung kasus korupsi PT
Masaro Radiokom yang tengah
ditangani KPK. Anggodo
memberikan uang kepada Ari
Muladi untuk diberikan kepada
oknum di KPK. Namun, uang itu
entah ke mana karena Ari
mengaku tidak memberikan
langsung kepada pimpinan KPK.
Pembicaraan Lien dengan
Anggodo terjadi pada 6 Agustus
2009 saat Ritonga masih
menjabat Jaksa Agung Muda
Pidana Umum. Ritonga
kemudian dilantik menjadi Wakil
Jaksa Agung pada 12 Agustus
2009.
Saat diwawancara TV One,
semalam, Anggodo yang
awalnya mengaku tidak
mengenal Ong Yuliana akhirnya
mengakui Ong sebagai ahli pijat
saraf. Saat ini, kata Anggodo,
Ong Yuliana tengah berada di
Brunei. Tidak dijelaskan untuk
kepentingan apa Ong ke Brunei.
Bandar sabu
Jika Ong Yuliana yang dimaksud
dalam rekaman itu adalah Ong
Yuliana pemijat saraf, dia adalah
orang yang pernah ditangkap
Polresta Surabaya Selatan di
rumahnya di Jalan Kedungdoro
pada November 2005 karena
menyimpan sabu. Dia juga
sebelumnya pernah ditangkap
Polwiltabes Yogyakarta.
Penahanan Ong Yuliana di
Surabaya sempat mendapat
sorotan media. Maklum, selama
ditahan, wanita tersebut
mendapat “servis” memuaskan
dari penegak hukum.
Misalnya, sekitar Januari 2006,
berkas kasus Ong Yuliana sudah
P-21 alias sudah lengkap.
Namun, karena ada alasan
tertentu, dia tetap mendekam di
ruang tahanan Polwiltabes
Surabaya, bukan di Rutan
Medaeng, Surabaya.
Alasan yang dikeluarkan jaksa
dan polisi waktu itu adalah Ong
Yuliana memiliki ketergantungan
obat. Ong saat itu membantah
bahwa dirinya pongedar
narkoba. Namun, dia mengakui
sebagai pemakai sabu untuk
doping alias menambah tenaga.
Dia juga mengaku bekerja
sebagai tukang pijat saraf
sehingga kenal dengan banyak
pejabat.
Dalam sidang pengadilan, hakim
memvonis wanita berkacamata
itu 2,5 tahun penjara. Ong
Yuliana pun dijebloskan ke Rutan
Kelas I Medaeng. Dia juga
sempat ditahan di Rutan Madiun.
Setelah itu, kabar tentang
Yuliana menghilang.
Setahun kemudian, Ong Yuliana
kembali ditangkap ketika
menyaru menjadi tukang pijat,
tetapi menjual sabu kepada
tahanan Polwiltabes Surabaya.
Lagi-lagi setelah kasus itu, dia
bak tenggelam ditelan bumi.
Belakangan, namanya mencuat
setelah disebut-sebut dalam
rekaman rekayasa kriminalisasi
pimpinan KPK.
Sebelum kasus rekayasa KPK ini
mencuat, Kejagung pernah
dibuat geger oleh Artalyta
Suryani alias Ayin. Perempuan
yang suka berdandan ini juga
bisa bercakap akrab dengan
pejabat Kejagung. Dia, misalnya,
memanggil Jaksa Urip Tri
Gunawan dengan panggilan
“mas”.
Ayin kini telah mendekam di
Rutan Pondok Bambu, Jakarta
Timur, setelah pengadilan
memvonisnya dengan
hukuman lima tahun penjara.
Dia dinyatakan terbukti
melakukan suap terhadap Jaksa
Urip untuk membereskan SP-3
kasus Syamsul Nursalim.
Sementara itu, Urip divonis 20
tahun penjara.
Selain menyeret pejabat
Kejagung, Ayin juga diisukan
memiliki hubungan dengan SBY.
Foto SBY dan Ibu Ani menghadiri
pernikahan anak Ayin di
Surabaya pernah menjadi berita
heboh. Istana tidak memberi
jawaban tegas soal foto SBY dan
Ayin ini. (Warta Kota(
Ternyata Pencatut Nama SBY Seorang Tukang Pijat
4 11 2009Komentar : Leave a Comment »
Tag: KPK, POLRI, SBY, RI1
Kategori : Berita